Upgrade SSD SATA III Midasforce 120 GB ke Netbook Toshiba NB305

Di tahun 2020 ini, kalo ada yang mengeluh laptopnya lemot, saya menimpali keluhannya dengan saran ganti SSD. Yap, agaknya sekarang SSD bisa menjadi solusi untuk meningkatkana performa laptop-laptop dengan umur uzur sampai laptop keluaran baru yang spesifikasinya pas-pasan. Di blog imajineramatir.com ini saya telah mengunggah beberapa tulisan tentang SSD. Nah, kali ini saya akan kembali berbagi informasi lagi tentang SSD yang dipasangkan ke sebuah unit netbook. 

Netbook yang akan saya pasangi SSD ini adalah Toshiba NB305. Sebuah unit netbook keluaran lawas. Karena ini adalah unit netbook, jadi tidak punya slot Optical Drive (ODD)/DVD ROM. Apalagi dedicated slot untuk SSD, tentu saja juga tidak pada unit netbook ini. Jadi, untuk memasang SSD ke netbook ini satu-satunya opsi adalah dengan mengganti komponen HDD netbook ini dengan SSD.




Lalu bagaimana hasilnya? Pada tulisan ini akan saya membahasnya. Mulai dari kondisi Netbook, performanya saat menggunakan HDD bagaimana. Kemudian bagaimana setelah HDD digantikan SSD, apakah ada perbedaan signifikan atau tidak. Dan tentunya saya juga akan menginformasikan langkah-langkah untuk melakukan upgrade dari HDD ke SSD pada Netbook Toshiba NB305. 

Spesifikasi Netbook Toshiba NB305 dan SSD Midasforce SATA III 2,5 inch 


Sebelum membahas langkah-langkah upgrade HDD ke SSD, kita berkenalan terlebih dahulu dengan netbook dan SSD yang akan terlibat. Berikut ini adalah spesifikasi singkat dari Netbook Toshiba NB305 dan SSD Midasforce SATA III 2,5 inch 

Spesifikasi Netbook 


Netbook Toshiba NB305 memiliki beberapa seri. Sejauh ini, saya sudah menemukan 3 seri, yaitu netbook Toshiba 305 dengan processor Intel Atom N450, N455, dan N475. Nah, unit yang saya gunakan ini adalah yang menggunakan processor Intel Atom N475. Dan berikut adalah spesifikasi singkatnya.

Merk

Tipe

Processor

GPU

RAM

HDD

Layar

: Toshiba

: NB305/02F

: Intel Atom N475 1,83 GHz           

: Intel GMA 3150

: 1 GB DDR3 (diupgrade jadi 2GB)

: 250 GB 5.400 rpm (diupgrade jadi 500GB)

: 10,1 inch


Berdasarkan keterangan spesifikasi di laman anz.dynabook.com , netbook ini RAM-nya hanya bisa diupgrade ke 2GB saja. Jadi, jika ingin mengupgrade performa netbook ini, upgrade mentok di 2GB RAM. Sedangkan untuk upgrade HDD, yang terupgrade hanyalah kapasita penyimpanannya saja. Nah, dengan adanya SSD, meski sama-sama komponen storage, kita bisa mendapatkan performa yang peningkatannya signifikan dibandingkan dengan HDD.

Spesifikasi SSD SATA III 2,5 inch 


SSD yang akan saya gunakan adalah SSD dari Midasforce. Tentunya SSD ini harus mempunyai form factor dan interface yang sama dengan HDD laptop. Berikut ini adalah spesifikasi SSD Midasforce yang akan digunakan.

Merk

Seri

Model

Form Factor

Capacity

Interface

Controller

Max Read

Max Write

 

: Midasforce

: Super Lightning Series

: MF3120SG

: 2.5"

: 120 GB

: SATA III

: SM2246EN

: Up to 560 MBps

: Up to 370 MBps

 



Langkah-langkah Upgrade SSD SATA III 2,5-inch ke Netbook 


Setelah berkenalan dengan perangkat netbook dan SSD yang akan digunakan, selanjutnya saya akan masuk ke proses upgrade SSD ke Netbook Toshiba NB305. Untuk memudahkan pembahasan, saya membagi proses upgrade SSD ini ke dalam 3 tahap, yaitu: Persiapan, Pengisian Sistem Operasi, dan Pemasangan SSD ke Netbook. 

Tahap 1: PERSIAPAN 


Pada tahap Persiapan, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. Berikut adalah langkah-langkah yang dimaksud.

1. Menentukan Skenario Pengisian Sistem Operasi SSD: Cloning atau Fresh Install? 


Langkah pertama dalam tahap persiapan upgrade SSD ke sebuah Netbook adalah menentukan skenario pengisian Sistem Operasi Windows ke SSD. Apakah akan melakukan cloning Windows atau fresh install Windows. Sebagaimana tadi saya ungkapkan di depan, opsi untuk upgrade HDD ke SSD pada netbook Toshiba NB305 ini hanya ada satu, yaitu mengganti HDD netbook dengan SSD. 

Oleh karena itu, kita harus menentukan terlebih dahulu, apakah sistem operasi Windows untuk SSD akan diisikan dengan cloning atau fresh install. Ini disebabkan oleh adanya perbedaan langkah pada proses pemasangan SSD antara skenario cloning dan fresh install pada sebuah netbook. Pada skenario Cloning, pengisian sistem operasi harus dilakukan sebelum SSD dipasang ke netbook. Sedangkan pada skenario fresh install, pengisian sistem operasi dilakukan setelah SSD dipasang ke netbook. 

Bagan Perbedaan Urutan Upgrade SSD antara Skenario Fresh Install dan Cloning

Saya akan memakai skenario Cloning Windows. Jadi, langkah-langkah pemasangan SSD yang berlaku adalah langkah pemasangan dengan skenario cloning. 

2. Menyiapkan Alat yang Diperlukan 


Setelah memutuskan memakai skenario pengisian sistem operasi dengan cloning, langkah berikutnya adalah menyiapkan alat yang diperlukan. Pertama, untuk cloning Windows dari HDD Netbook ke SSD, siapkan kabel converter SATA to USB. Atau bisa juga menggunakan case HDD eksternal. Kemudian, untuk melepas HDD dan memasang SSD, alat yang diperlukan adalah obeng plus. Gunakan obeng yang ukurannya pas dan kondisi masih baik, supaya tidak terjadi kerusakan pada sekrup karena kondisi obeng yang sudah jelek. 

3. Menyiapkan Aplikasi Cloning Windows 


Langkah selanjutnya adalah menyiapkan aplikasi cloning. Ada banyak aplikasi yang bisa kita gunakan untuk meng-cloning Windows, baik yang gratis maupun berbayar. Kali ini saya akan menggunakan aplikasi Macrium Reflect 7. Aplikasi ini tidak memiliki versi trial. Tapi malah ada aplikasi versi gratisnya yang tidak diberi batasan waktu. Untuk mendapatkan aplikasi ini, silahkan kunjungi web-nya di macrium.com.

4. Mengecek jenis partisi HDD yang akan dikloning, GPT atau MBR 


Jenis partisi ada dua, yaitu GPT dan MBR. Untuk keterangan detailnya silahkan googling sendiri ya. Yang saya tekankan disini, aplikasi cloning mengharuskan HDD sumber cloning dan SSD target cloning memiliki jenis partisi yang sama. Jadi, kita harus tahu jenis partisi HDD netbook yang akan dicloning. 

Untuk mengecek jenis partisi HDD yang akan dicloning, ikuti langkah-langkah berikut ini. 
  1. Nyalakan Netbook 
  2. Buka File Explorer dengan menekan tombol Windows + E 
  3. Klik kanan My Computer, pilih Manage

  4. Setelah terbuka Computer Management, Pilih Disk Management

  5. Setelah Disk Management terbuka, Geser kursor ke kotak Disk 0, lalu klik kanan.

  6. Periksa pada daftar opsi, ada opsi Convert to MBR Disk atau GPT Disk. 
  7. Jika tulisannya Convert to MBR, berarti jenis partisi HDD tersebut adalah GPT. Dan sebaliknya. 

Setelah saya periksa, jenis partisi HDD netbook Toshiba NB 305 ini adalah MBR. Jadi, jenis partisi SSD juga harus MBR.

5. Memilih Jenis Partisi untuk SSD 


Saat kita pertama kali menghubungkan SSD ke netbook, ada yang masih unallocated dan akan muncul opsi memilih jenis partisi. Namun, ada juga yang sudah ter-alokasi dan sudah memiliki jenis partisi. Untuk SSD yang masih unallocated, pada saat Disk Management terbuka kita akan langsung diberi opsi untuk dipilih, GPT atau MBR.

Kebetulan SSD Midasforce yang saya pakai sudah teralokasi dan sudah memiliki jenis partisi. Jadi, saya mengecek jenis partisinya menggunakan langkah-langkah seperti di atas. Dan ternyata jenis partisi SSD-nya adalah GPT. 




Nah, untuk mengubah dari GPT ke MBR, ikuti langkah berikut ini. 
  1. delete volume SSD sehingga menjadi unallocated. Jangan salah delete. Pastikan yang didelete adalah volume SSD.

     
  2. lalu klik kanan dan pilih convert to MBR Disk

     
  3. selesai, jenis partisi SSD sekarang sudah sama dengan jenis partisi HDD netbook 
Sampai disini Tahap Persiapan sudah selesai. Selanjutnya kita akan memasuki tahap berikutnya, yaitu Pengisian Sistem Operasi.


Tahap 2: PENGISIAN SISTEM OPERASI 


Pada Tahap Persiapan, scenario pengisian Sistem Operasi sudah diputuskan menggunakan Cloning Sistem Operasi. Dan aplikasi yang akan digunakan juga sudah diinstall, yaitu Macrium Reflect 7. Sistem operasi yang akan dicloning adalah Windows 7.




Berikut adalah langkah-langkah meng-cloning Windows 7 dari HDD Netbook Toshiba NB 305 ke SSD Midasforce 120 GB. 
  1. Hubungkan SSD ke netbook dengan menggunakan kabel converter SATA 
  2. Buka aplikasi Macrium Reflect 7
  3. Pilih Clone Disk, akan terbuka jendela untuk memilih Target Disk

  4. Klik "Select a disk to clone to...."

  5. Muncul Opsi Partisi SSD, klik partisi tersebut.

  6. Setelah itu, tarik partisi HDD yang akan di-cloning. Untuk meng-cloning sistem operasi saja, pilih 2 partisi yang ada icon Windows-nya. Itu adalah partisi sistem. Dan harus ikut di-cloning semuanya.

  7. Kemudian klik Finish.

  8. Muncul jendela Backup Save Options, hilangkan tanda centang pada checkbox kedua. Klik OK.

  9. Proses Cloning berlangsung. Tunggu sampai selesai.
  10. Setelah cloning selesai, SSD siap untuk dipasang ke Netbook menggantikan HDD.

Tahap 3: Memasang SSD ke Netbook Toshiba NB305 


Setelah proses cloning selesai, selanjutnya kita tinggal melepas HDD dan memasang SSD ke netbook. Untuk mengakses HDD pada netbook ini cukup mudah. Kita tidak perlu membuka keseluruhan body netbook. Proses pemasangan SSD pun sama saja dengan HDD netbook. Karena keduanya memiliki form factor yang sama. Setelah SSD terpasang, kita sudah bisa menggunakan netbook sebagaimana biasanya tanpa perlu mengatur boot priority dll.

Lalu perbedaan apa saja yang dirasakan saat HDD telah digantikan SSD? Oke, sekarang kita masuk ke bagian akhir tulisan, yaitu hasil uji performa netbook saat menggunakan HDD dan setelah diupgrade ke SSD.


Perbandingan Performa HDD vs SSD di Netbook Toshiba NB305 


Untuk mengetahui peningkatan performa yang terjadi pada Netbook Toshiba NB 305, saya telah mengambil data performa netbook baik saat masih menggunakan HDD ataupun setelah diupgrade ke SSD. Data berupa perbandingan score Benchmark dan uji kecepatan. 
Score Benchmark HDD vs SSD Netbook Toshiba NB 305 

Untuk score Benchmark, saya mengambil data dari Windows Experience Index dan aplikasi Crystaldisk Mark. 

Windows Experience Index adalah fitur yang dimiliki Windows 7 untuk mengukur kemampuan komponen-komponen utama sebuah perangkat dan menyajikannya dalam data angka dengan skala 1.0 – 7.9. Komponen yang diukur adalah processor, RAM, VGA, dan HDD. 

Nah, saat netbook ini saya ganti HDD-nya dengan SSD, ternyata perubahan score Windows Experience Index hanya terjadi pada komponen HDD-nya, dari 5,7 ke 7,8. Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa peningkatan performa netbook yang diganti HDD-nya dengan SSD hanya akan terjadi pada bagian-bagian yang memang dipengaruhi oleh performa HDD/SSD. 





Kemudian untuk mengetahui seberapa peningkatan yang dicapai oleh netbook setelah berganti ke dari HDD ke SSD, saya menggunakan aplikasi Crystaldisk Benchmark untuk membandingkannya. Dengan aplikasi ini kita bisa mengukur kecepatan Read & Write dari HDD dan SSD.





Dari hasil benchmark, kita bisa melihat, peningkatan kecepatan baca dan tulis dari HDD ke SSD pada netbook Toshiba NB 305 ini signifikan ya. Hampir 4 kali peningkatannya.

Meskipun begitu, score Benchmark yang dicapai oleh Netbook ini bukanlah score maksimal dari spesifikasi SSD. Netbook ini ternyata tidak mampu mengoptimalkan kemampuan SSD. Bisa dilihat, untuk kecepatan baca dan tulis SSD mentok di score kurang dari 300 MB/s. Sedangkan kecepatan maksimal SSD Midasforce ini adalah 560 MB/s untuk baca dan 370 MB/s untuk kecepatan tulis. 

Namun, kecepatan yang bisa dicapai oleh Netbook ini saat diupgrade ke SSD bisa dikatakann sudah menjadi peningkatan performa yang signifikan. Mempertimbangkan spesifikasi Netbook Toshiba NB305 ini yang memang netbook keluaran lawas. Jadi, meski kecepatan yang dicapai tidak maksimal, bisa dimaklumi. 

Hasil Uji Kecepatan HDD vs SSD Netbook Toshiba NB 305 


Untuk mendukung data score benchmark di atas, saya juga melakukan pengujian terhadap kecepatan netbook ini. Ada 3 hal yang akan saya bandingkan, yaitu kecepatan booting, kecepatan mentransfer file dari FD ke netbook, dan kecepatan load aplikasi yang sering digunakan. 

a. Booting Windows 7 


Efek yang paling pertama kali dirasakan dari performa SSD adalah kecepatan booting-nya. Sebagai perbandingan perhatikan data pada table berikut ini. Untuk menandai perbedaaan kecepatan booting antara HDD dan SSD pada Netbook ini, saya menggunakan waktu booting sebagai indicator. Seperti bisa dilihat di table, waktu yang dibutuhkan oleh netbook ini untuk booting sampai siap digunakan adalah 1 menit 20 detik untuk HDD. Sedangkan SSD hanya membutuhkan waktu 49 detik. Selisih waktu setengah menit lumayan signifikan ya peningkatan performa booting netbook ini. 

 

Booting

Jingle Windows 7

Aplikasi Smadav Loaded

HDD

54 detik

1 menit 11 detik

1 menit 20 detik

SSD

25 detik

30 detik

49 detik



b. Copy-Paste File dari FD ke HDD/SSD 


Selanjutnya, saya membandingkan kecepatan transfer data dari FD ke netbook saat masih menggunakan HDD dan setelah menggunakan SSD. Kecepata transfer data dari FD ke HDD dan dari FD ke SSD pada netbook ini ternyata tidak terdapat peningkatan yang signifikan. Dari hasil penghitungan waktu, selisih waktu transfer data hanya 1 detik saja. HDD membutuhkan waktu semenit. Sedangkan SSD membutuhkan waktu 59 detik. 

Padahal saya memakai FD yang sama. Dan data yang saya transfer jumlah dan ukuran file-nya juga sama: 17 file + 1 Folder (dengan 7 file) dengan total ukuran file 1,12 GB. 

Ternyata, penyebab hal tersebut adalah spesifikasi FD nya. Kecepatan transfer FD tersebut memang sudah mentok. Bahkan saat saya gunakan untuk mentransfer file yang sama ke laptop Acer E5-476G, waktu yang dicatatkan juga 1 menit. 

Nah, setelah itu saya mencoba melakukan transfer file yang sama. Tapi kali ini saya transfer dari HDD eksternal, bukan FD. Meski tidak signifikan, ada selisih waktu antara yang dibutuhkan SSD dan HDD. SSD mencatatkan waktu 5 detik lebih cepat daripada HDD. 

c. Load File/Aplikasi 


Terakhir, saya mebandingkan performa HDD dan SSD saat digunakan untuk membuka aplikasi yang sering saya gunakan. Upgrade HDD ke SSD sejatinya saya lakukan untuk memperoleh performa yang lebih baik dari Netbook untuk memenuhi kebutuhan kita akan netbook tersebut. Jadi tentunya saya juga harus membandingkan performa netbook dalam membuka aplikasi-aplikasi yang biasa dipakai pada netbook ini, seperti office, browser, dll. Oh iya, kecepatan dalam membuka device manager juga saya jadikan acuan. Aplikasi ini membutuhkan beberapa waktu untuk membukanya. 

 


NB: Ini adalah catatan waktu saat membuka aplikasi pertama kali setelah Netbook menyala. Jika untuk membuka kali kedua dst. Waktunya lebih cepat. 

Kesimpulan 


Setelah berpanjang lebar, akhirnya ada beberapa hal yang bisa ditarik sebagai kesimpulan. 

Pertama, SSD bisa menjadi solusi bagi yang menginginkan peningkatan performa laptop atau netbook ataupun PC. Semua laptop/netbook yang storage-nya menggunakan HDD bisa diupgrade ke SSD. Tentunya SSD yang form factor-nya 2,5 inch dan interface-nya SATA III. 

Kedua, peningkatan performa dari HDD ke SSD terjadi pada aspek-aspek yang berhubungan dengan perfroma storage netbook/laptop. Misal seperti yang telah dibandingkan tadi, kecepatan booting, load file/aplikasi, dsb. 

Ketiga, peningkatan tersebut dipengaruhi oleh spesifikasi dari netbook/laptop yang dipasangi SSD. Misalnya netbook Toshiba NB 305 ini yang hanya mampu menggunakan kecepatan SSD hanya sampai setengah dari kecepatan maksimum SSD. 

Keempat, SSD kapasitasnya tidak sebesar HDD pada rentang harga yang sama. Jadi, semisal netbook kita menggunakan SSD yang kapasitasnya kecil, HDD bisa kita manfaatkan sebagai HDD eksternal. Kita bisa menggunakan kabel converter SATA seperti yang tadi saya pakai, atau dengan Eksternal HDD Case. Kalo saya menggunakan Eksternal HDD Case dari Orico. Ini sudah USB 3.0. Kalo kepingin yang lebih terjangkau ada juga, tapi masih menggunakan USB 2.0. menyesuaikan kebutuhan atau menyesuaikan budget. Spesifikasi netbook/laptop bisa jadi pertimbangan juga sih, kalo port USB nya belum support USB 3.0, beli yang masih USB 2.0 saja. Lebih irit.

Untuk pembahasan upgrade SSD di netbook Toshiba NB 305 saya rasa cukup. Silahkan jika ada yang ingin menambahkan informasi atau menanyakan sesuatu, tuliskan saja di kolom komentar. Oh iya, koreksi dan apresiasi juga saya terima. Semoga tulisan ini bermanfaat. Terima kasih telah singgah di blog imajineramatir.com.


Untuk versi videonya, bisa lihat disini.




Upgrade SSD SATA III Midasforce 120 GB ke Netbook Toshiba NB305 Upgrade SSD SATA III Midasforce 120 GB ke Netbook Toshiba NB305 Reviewed by Imajiner Amatir on September 14, 2020 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.