Review Keweisi KWS-V20, Alat Penghitung Kapasitas Real Power Bank

Salah satu aspek yang dipertimbangkan saat membeli power bank adalah kapasitasnya. Dan kalau sudah membahas tentang kapasitas power bank, maka takkan ketinggalan mengenai besarnya kapasitas real power bank. Lho, memangnya ada kapasitas yang tidak real? Oke, nanti saya akan sekilas membahas tentang kapasitas real power bank juga.

Pada kesempatan kali ini saya akan mengulas sebuah alat yang bisa digunakan untuk menghitung kapasitas real sebuah power bank. Namanya adalah Keweisi KWS-V20.

keweisi_KWS_V20


Spesifikasi Keweisi KWS-V20 


Keweisi KWS-V20 merupakan modul elektronika yang bentuknya mirip flashdisk. Body-nya terbuat dari plastik dengan warna biru transparan. Fungsi alat ini adalah untuk memonitor aliran daya dari sumber daya ke perangkat yang diisi dayanya. Sumber daya bisa berupa charger maupun power bank. Sedangkan perangkat yang dituju misalnya power bank, smartphone, dll.  

deskripsi_keweisi_KWS_V20


Keweisi KWS-V20 ini memiliki memiliki 4 bagian penting. Yaitu USB in, Port out, Monitor, dan Tombol Reset 

Prinsip kerja dari Keweisi KWS-V20 ini adalah memonitor aliran daya yang disalurkan dari sumber daya ke perangkat lain yang diisi dayanya. Cara menggunakan alat ini mudah. Kita tinggal mencolokkan USB in ke sumber daya dan mencolokkan kabel charger ke Port out alat ini. Dengan alat ini kita bisa memonitor dan merekam aliran daya yang mengalir melaluinya. Adapun data yang tampil di monitor Keweisi KWS-V20 adalah data output sumber daya (arus dan voltase), durasi, dan juga jumlah kapasitas yang disalurkan.

informasi_keweisi_KWS_V20


Untuk spesifikasinya, Keweisi KWS V20 ini bisa digunakan untuk mengukur daya yang mengalir pada rentang voltase 3V - 9V dengan 0A - 3A. Alat ini juga memiliki kemampuan untuk merekam data dari beberapa sesi pengisian. Dari informasi yang tercantum, Keweisi KWS-V20 ini bisa merekam durasi waktu pengisian sampai 99 jam dan kapasitas yang mengalir melaluinya sampai 99.999 mAh. Informasi tersebut ditampilkan pada layar monitornya.

Data durasi waktu dan kapasitas daya akan tersimpan meski kita sudah selesai menggunakan alat ini. Untuk memulai dari awal, kita tidak harus menunggu durasi dan kapasitas daya dilayar mencapai angka maksimal 99 dan 99999. Kita bisa mereset data kembali ke angka nol dengan menggunakan tombol reset yang telah disediakan. Caranya adalah dengan mencolokkan alat ini ke sumber daya sehingga layar monitor menyala, lalu kita tekan tombol reset dan tahan sampai data durasi dan kapasitas daya menjadi nol. 

Kapasitas Real Power Bank 


Untuk memahami arti istilah Kapasitas Real Power Bank, saya mulai dengan membahas istilah Kapasitas Power Bank terlebih dahulu. Sebagai contoh adalah power bank dengan kapasitas 10.000 mAh. Perlu diketahui, kapasitas power bank yang tertera di spesifikasi tersebut tidak berhenti pada informasi angka 10.000 mAh. Biasanya akan ada informasi lanjutan tentang voltase ataupun total dayanya. Contohnya adalah kapasitas 10.000 mAh -- 3,7 V atau 10.000 mAh -- 37 Wh.

kapasitas_power_bank


Power bank dengan kapasitas 10.000 mAh -- 3,7 V berarti power bank tersebut memiliki kapasitas 10.000 mAh pada voltase 3,7 V. Lalu maksud dari 10.000 mAh – 37 Wh adalah power bank tersebut memiliki total daya 37 Wh atau 37.000 mWh. 

Sedangkan power bank umumnya menggunakan spesifikasi output minimal 5 V. Jadi, kapasitas power bank yang bisa dikeluarkan (out) oleh power bank pada voltase 5 V tentunya tidak 10.000 mAh. Jadi berapa? Setelah dihitung, kapasitas power bank tersebut pada voltase 5 V adalah 7.400 mAh. Nah, bagaimana cara menghitungnya sehingga ketemu 7.400 mAh. Di blog imajineramatir.com ini saya sudah membahasnya. Jika ingin membacanya, tautannya ada di bawah ini. 


Apakah itu kapasitas real-nya? Bukan juga. Pada saat pengisian daya, power bank mengoperasikan dirinya sendiri menggunakan daya-nya sendiri juga. Jadi dari 7.400 mAh tersebut, masih digunakan untuk operasional sendiri. Sudah itu saja? Masih ada lagi, sebagian daya tersebut juga ada yang hilang oleh panas saat operasional berlangsung. Jadi, anggap saja yang pure bisa digunakan hanya sekitar 6.000-7.000 mAh saja. 

Jadi, dari sini saya mendefinisikan kapasitas real sebuah power bank adalah kapasitas yang bisa disalurkan dan sampai pada perangkat yang diisi dayanya oleh power bank. Jika kita mengisi daya smartphone menggunakan power bank, kapasitas real power bank-nya adalah sebanyak kapasitas yang bisa disalurkan ke smartphone. 

Lalu bagaimana menghitungnya? Dengan cara kira-kira, kita bisa menghitung kapasitas real power bank dengan menggunakan power bank yang dayanya penuh untuk mengisi daya smartphone dengan kapasitas tertentu berulang-ulang sampai daya power bank habis. Dari situ kita bisa menghitung kapasitas real power bank. 

Nah, selain itu kita bisa menggunakan sebuah alat yang di atas sudah dibahas spesifikasinya. Yaitu Keweisi KWS-V20. Dengan alat ini kita bisa menghitung banyaknya kapasitas power bank yang mengalir ke perangkat yang diisi dayanya. 

Hasil Pengujian Keweisi KWS-V20 


Untuk mengetahui bagaimana performa dari Keweisi KWS-V20 ini, saya menggunakan alat ini untuk menghitung kapasitas power bank saat power bank diisi (self-charging) dan saat digunakan untuk mengisi daya baterai smartphone. 

Self-charging Power Bank direkam dengan Keweisi KWS-V20 


Pertama-tama saya melakukan self-charging power bank Uneed MosaicBox S10 kapasitas 10.000 mAh. Power bank ini sudah pernah saya ulas dulu. Waktu self-charging nya sekitar 5 setengah jam. Nah kali ini saya melakukan self-charging dengan memasang Keweisi KWS-V20 ini untuk memonitor proses self-charging. Bagaimana hasilnya?

self_charging_keweisi_KWS_V20


Proses self-charging berjalan normal. Output power bank juga sesuai dengan spesifikasinya. Lampu indicator power bank berfungsi normal. Namun, saat power bank sudah seharusnya penuh (mengacu waktu 5 setengah jam sesuai ulasan sebelumnya) lampu indicator ke-4 tetap berkedip pelan bahkan sampai 7 jam lebih. Kemungkinan lampu indicator eror. Jadi saya kembali ke acuan saya tadi, power bank saya anggap penuh saat self-charging berlangsung sampai 5 setengah jam. Dan pada waktu tersebut termonitor di Keweisi KWS-V20 kapasitas daya yang disalurkan adalah sekitar 6.500 an mAh. Jadi, saya menyimpulkan kapasitas yang bisa ditampung oleh power bank ini adalah sekitar 6.500-an mAh. 

Pengisian Daya dengan Power Bank + Keweisi KWS-V20 


Untuk menghitung kapasitas power bank yang bisa disalurkan ke perangkat lain, saya menggunakan Keweisi KWS-V20 ini untuk memonitor pengisian daya Redmi Note 8 yang kapasitas baterainya 4.000 mAh menggunakan power bank Uneed MosaicBox S10 kapasitas 10.000 mAh.

charging_keweisi_KWS_V20


Seperti biasanya, power bank saya gunakan mulai dari kondisi daya penuh. Sedangkan untuk smartphone, kali ini saya mulai dari sisa daya baterai 0%. Tujuannya adalah untuk mengetahui berapa mAh kapasitas daya yang bisa disalurkan oleh power bank ke smartphone dari baterai level 0%-100%. Dari sini kita bisa mengetahui kapasitas baterai smartphone teraktual. Selanjutnya, untuk mengetahui kapasitas yang bisa disalurkan, power bank saya pakai untuk mengisi daya lagi baterai smartphone hingga sisa daya pada power bank habis. Bagaimana hasilnya? 

Pengisian Daya Sesi 1 

Pada pengisian daya sesi 1, power bank mengisi daya baterai Redmi Note 8 mulai dari 0%-100%. Keweisi KWS-V20 mencatatkan kapasitas yang mengalir dari power bank ke smartphone sebesar kurang lebih 3.650 mAh. Nah, data ini telah tersimpan di memori alat. Jadi, saat kita melakukan sesi pengisian daya lain, angka akan bertambah/melanjutkan selama alatnya belum direset. Dan setelah sesi pengisian daya 2, jumlah kapasitas daya yang mengalir dari power bank ke baterai smartphone adalah sebesar kurang lebih 4.926 mAh. 

Sebenarnya Keweisi KWS-V10 bisa merekam beberapa jenis data sebagaimana dibahas pada deskripsi produk di atas, yaitu output power bank (voltase dan arus), waktu pengisian daya, dan kapasitas yang mengalir dari sumber daya ke perangkat. Namun, disini saya focus ke kapasitas yang mengalir saja. Karena untuk output dan waktu, kurang lebih sama. Untuk mengetahui kapasitas real power bank, informasi yang dibutuhkan adalah angka kapasitas yang mengalir dari sumber daya ke perangkat. 

Nah, dari data di atas, kita bisa mengetahui bahwa kapasitas baterai Redmi Note 8 adalah sekitar 3.650 mAh. Saya juga belum bisa memastikan bahwa angka ini valid menunjukkan kapasitas teraktual dari baterai smartphone ini atau tidak. Mungkin jika kondisi smartphone benar-benar baru, bisa ketahuan apakah alat ini akurat atau tidak. Tetapi mengingat smartphone ini telah dipakai selama beberapa bulan, mungkin memang kapasitasnya telah berkurang. Smartphone ini beli seken. 

Pengisian Daya Sesi 2 

Kemudian, untuk sesi pengisian kedua, sesi ini bertujuan untuk menghabiskan sisa daya yang ada di power bank, karena ternyata saat sesi pengisian pertama selesai, lampu indicator yang menyala tinggal satu saja. Jadi bisa dipastikan pengisian kedua tidak akan sebanyak pengisian pertama. Dan benar saja, pengisian kedua berakhir saat angka kapasitas yang mengalir di Kewisi KWS-V20 mencapai angka 4.926 mAh. Itu artinya, pada pengisian daya sesi 2 kapasitas yang disalurkan sebanyak 1.276 mAh. 

Menghitung Kapasitas Real Power Bank 


Setelah power bank habis dayanya, kita bisa mengetahui kapasitas power bank yang bisa disalurkan ke perangkat lain, yaitu sebesar 4.926 mAh. Kalau berdasarkan penjelasan mengenai kapasitas real di atas, seharusnya power bank dengan kapasitas 10.000 mAh itu kapasitas real-nya itu di kisaran angka 6.000-7.000 mAh. Lho kok ini Cuma 4.926 mAh? 

Sebagaimana kapasitas baterai smartphone yang teraktual tadi, mungkin ini juga kapasitas real teraktual dari power bank. Mengingat saya telah memakai power bank ini selama sekitar 7 bualanan. Oh iya, untuk review power bank uneed MosaicBox S10 ini, bisa dibaca di tautan berikut ini. 


Perbedaan Kapasitas Self-charging dan Pengisian Daya Perangkat Lain 


Seperti yang telah berulang-ulang saya nyatakan, untuk kapasitas real power bank pada pembahasan ini adalah mengacu pada kapasitas power bank yang bisa disalurkan ke perangkat lain. Jadi, data yang saya pakai adalah data pengisian daya ke perangkat lain. 

Akan tetapi, adanya perbedaan kapasitas daya yang mampu ditampung oleh power bank dan kapsitas yang disalurkan ke perangkat lain tentunya menjadi pertanyaan. Bagaimanakah penjelasannya? 

Oke, jujur saja saya belum bisa menjelaskan. Dan tidak bisa menjanjikan penjelasan tersebut. Yang pasti, sebuah power bank tentunya diambil manfaatnya dengan menggunakannya untuk mengisi daya perangkat lain. Jadi, dengan mengetahui kapasitas real sebuah power bank, kita bisa memutuskan untuk membeli sebuah power bank atau tidak. Atau jika sudah terbeli, kita bisa mengatur penggunaan power bank supaya optimal bagi smartphone yang kita miliki. 

Kesimpulan 


Nah, demikian ulasan mengenai Keweisi KWS-V20, alat untuk mengukur kapasitas real sebuah power bank. Sebagai pernyataan penutup, bagi saya alat ini cukup akurat. Kita bisa menjadikannya acuan untuk memperkirakan kapasitas power bank maupun perangkat yang memiliki baterai. Hanya saja, dalam menggunakan alat ini kita memang perlu standby saat pengisian mendekati penuh. Karena meskipun daya telah penuh, 100%, pengisian akan tetap berjalan sampai kita menghentikan aliran daya. Dan selama kita tidak memutus aliran daya, alat ini akan tetap merekam kapasitas yang mengalir melaluinya. Ini menyebabkan data menjadi tidak akurat. 

Oke, saya cukupkan sampai disini. Terima kasih telah berkunjung ke blog imajineramatir.com . Silahkan, jika ada pertanyaan, tanggapan, koreksi maupun apresiasi, jangan ragu untuk menuliskannya di kolom komentar. Akhir kata semoga tulisan ini bermanfaat.
Review Keweisi KWS-V20, Alat Penghitung Kapasitas Real Power Bank Review Keweisi KWS-V20, Alat Penghitung Kapasitas Real Power Bank Reviewed by Imajiner Amatir on Juni 12, 2020 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.