Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Review USB Electronic Load, Alat untuk Menguras Isi Daya Power Bank

Saat kita memilih power bank, salah satu informasi spesifikasi yang harus kita ketahui adalah kapasitas real-nya. Dengan begitu kita bisa memperkirakan power bank mana yang cocok untuk smartphone yang kita pakai dengan mempertimbangkan kapasitas baterai smartphone tersebut. Jadi, ketika saya melakukan review power bank untuk dibagikan di blog imajineramatir.com ini, saya berusaha menjadikan informasi tentang kapasitas power bank sebagai salah satu poin penting.

Nah, untuk mendapatkan data kapasitas power bank, saya telah menggunakan alat untuk menghitung kapasitas real power bank. Review tentang alat tersebut, sudah saya bagikan pada tulisan sebelum ini. Bisa klik tautan berikut ini untuk mengaksesnya:


Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi informasi tentang alat yang bisa digunakan untuk menguras isi daya power bank. Dengan alat ini harapan saya pengambilan data kapasitas power bank akan menjadi lebih cepat. Nama alatnya adalah USB Adjustable Constant Current Electronic Load. Atau singkatnya kita sebut saja USB Electronic Load.



Apa itu USB Electronic Load? Bagaimana cara kerjanya? Dan bagaimana kinerjanya? Bagaimana kinerjanya? Saya akan membahasnya di tulisan ini secara runtut.

Spesifikasi USB Electronic Load


Kita berkenalan dengan alat ini terlebih dahulu.

Apa itu USB Electronic Load?

USB Electronic Load adalah sebuah electronic load yang memiliki interface USB untuk penghubung ke perangkat lain.

Lalu apa itu electronic load?

Sebenarnya saya juga bingung untuk memilih istilah untuk mendefinisikan apa itu electronic load, walaupun saya paham apa itu electronic load. Namun, akhirnya saya memperoleh definisi electronic load setelah mencari referensi di beberapa laman yang fokus ke produk electronic load.

Electronic Load atau lengkapnya electronic load device adalah sebuah alat yang bisa kita gunakan untuk menyerap daya dari alat lain yang berperan sebagai sumber daya seperti power bank. Electronic load ini biasanya digunakan untuk menguji performa alat-alat sumber daya tersebut. Kata kuncinya adalah “menyerap daya”. Atau kalau pada tulisan ini saya akan memakai kata “menguras daya”. Seperti tadi saya contohkan di atas, sumber daya yang saya sebut adalah power bank. Ini karena saya akan fokus pada penggunaan alat ini untuk menguras isi daya power bank.

Electronic load memiliki fitur yang berbeda-beda dan diproduksi untuk target yang berbeda pula. Seperti USB electronic load yang sedang saya bahas, alat ini ditujukan untuk menguji alat-alat yang memiliki port output USB female seperti power bank.

Alat ini memiliki beberapa bagian utama. Untuk lebih jelasnya bisa perhatikan gambar di bawah ini.

USB Electronic Loader bagian per bagian



Berikut ini adalah spesifikasi dari USB Electronic Load.

Interface

USB

Voltase

DC 3,7V – 13V

Arus

0.15A – 3A

Power

15 W

Kipas

Menyala saat temperature 40 derajat C

Dimensi

68 x 30 x 20 mm

Berat

30g





Cara Kerja USB Electronic Load


Untuk cara pengoperasian, USB Electronic Load ini berperan sama seperti perangkat elektronik lain saat proses pengisian daya dengan power bank. Kita tinggal memasangkan alat ini ke port output power bank yang berjenis USB Tipe A. begitu, alat ini terhubung ke power bank, maka lampu indicatornya akan menyala.

Hanya saja, karena USB Electronic Load ini memiliki pengaturan arus manual dengan potentiometer, kita harus mengatur besaran arus yang mengalir dengan cara memutar potentiometer. Untuk menaikkan arus, potentiometer diputar searah jarum jam. Sedangkan untuk mengurangi arus, potentiometer diputar berlawanan arah dengan jarum jam.

Karena alat ini menyerap daya tanpa menggunakannya untuk keperluan lain, maka daya tersebut akan menimbulkan panas yang naiknya lebih cepat daripada yang terjadi pada perangkat lain yang menyerap daya power bank untuk keperluan lain seperti mengisi daya baterai atau menyalakan lampu. Untuk mencegah overheat, alat ini memiliki heatsink dan kipas. Seiring waktu pengoperasian alat ini, maka suhu heatsink juga akan naik. Jika suhu alat ini sudah mencapai 40 derajat Celsius, kipas akan otomatis menyala untuk menstabilkan suhu alat.

USB Electronic Load ini akan menyerap daya dengan arus yang stabil sebagaimana nama lengkap alat ini, USB Adjustable Constant Current Electronic Load. Naik-turunnya arus diatur manual dengan potentiometer. Sedangkan untuk voltase, walaupun bisa stabil, tapi naik turunnya menyesuaikan pengaturan arus. USB Electronic Load ini juga diklaim bisa bekerja secara terus menerus untuk menguji suatu alat. Untuk cara kerja USB Electronic Load kurang lebih seperti itu.

Namun, saya akan menggunakan USB Electronic Load untuk menguji kapasitas power bank yang bisa dialirkan ke perangkat lain. Jadi, saya menambahkan USB tester yang dipasang di antara power bank dan USB Electronic Load ini. dengan begitu saya bisa memonitor kinerja power bank saat dikuras dayanya oleh alat ini. USB tester yang saya gunakan adalah Keweisi KWS-V20. USB tester ini bisa memonitor output power bank, jumlah kapasitas power bank yang dialirkan ke perangkat lain, dan waktu operasi power bank.

USB Electronic Load dan Keweisi KWS-V20



Menguras Isi Daya Power Bank dengan USB Electronic Load


Untuk mengetahui kinerja USB Electronic Load, saya mencoba menggunakan alat ini untuk menguras isi daya power bank. Karena tujuan pengurasan daya power bank adalah untuk mengetahui kapasitas power bank yang bisa disalurkan ke perangkat lain, maka saya menggunakan USB Keweisi KWS-V20 sebagai alat untuk memonitor performa power bank sebagaimana tadi saya singgung di atas.

Berikut ini adalah alat-alat yang digunakan.

  1. Power bank Uneed QuickBox D10 kapasitas 10.000 mAh 3,7 V
  2. USB Electronic Load
  3. Keweisi KWS-V20

Power bank Uneed QuickBox D10 memiliki 3 buah port output yang terdiri dari 2 port USB Tipe A dan satu port output Type C. Port output yang digunakan adalah port output yang memiliki interface yang sama dengan interface USB Electronic Load, yaitu port output USB Tipe A. Karena port ouput USB Tipe A-nya ada 2 buah, maka kedua-duanya saya coba. Jadi, ada 2 sesi pengurasan isi daya power bank.

Kebetulan power bank ini memiliki 2 port output USB tipe A yang spesifikasinya berbeda, dimana port output 1 biasa sedangkan port output 2 memiliki fitur QC 3.0. Tentunya keduanya memiliki kemampuan output yang berbeda.

Pengurasan dilakukan dalam 1 kali proses untuk tiap port output, mulai dari power bank dalam kondisi dayanya terisi penuh sampai power bank kehabisan daya dan USB Electronic Load berhenti menyerap daya.

Seperti yang disebutkan di penjelasan cara kerja, proses pengurasan daya power bank dimonitor oleh Keweisi KWS-V20. Data yang diperoleh dengan menggunakan USB meter ini adalah data output power bank, kapasitas power bank yang mengalir, dan waktu yang dibutuhkan untuk menguras isi daya power bank.

Lalu bagaimana hasilnya?


Kinerja USB Electronic Load untuk Menguras Isi Daya Power Bank


Setelah melakukan 2 sesi pengurasan daya power bank dengan USB Electronic Load ini, data yang diperoleh terangkum dalam tabel berikut ini.





Kinerja USB Electronic Load yang saya highlight di sini adalah kinerja yang berkaitan dengan fungsi alat ini untuk menguras isi daya power bank. Karena memang alat ini akan saya gunakan untuk membantu Keweisi KWS-V20 dalam mengumpulkan data kapasitas sebuah power bank yang bisa dialirkan ke perangkat lain. Ada tiga aspek yang akan saya bahas untuk menjelaskan kinerja alat ini.

1. Output Power Bank


USB Electronic Load memiliki fitur yang bisa mengatur besarnya arus power bank yang diserapnya. Nah, di tabel, kita bisa melihat arus yang mengalir dari power bank dan diserap oleh alat ini adalah 1,55 A untuk port output 1 dan 2,51-2,54 A untuk port output 2. Arus ini memang saya adjust di angka tersebut, menyesuaikan spesifikasi masing-masing port output power bank. Untuk port output 2, meski tidak stabil, margin naik turunnya masih di 0,0x A. sangat kecil fluktuasinya.

2. Waktu Pengurasan Daya Power Bank


Berbeda dengan pengurasan isi daya power bank dengan menggunakannya untuk pengisian daya baterai smartphone, kita bisa menggunakan USB Electronic Load untuk menguras isi daya power bank dalam satu kali sesi saja. Alat ini tetap stabil meski berjam-jam bekerja tanpa henti untuk menguras isi daya power bank. Dengan begitu, kita bisa lebih cepat mendapatkan data kapasitas power bank yang bisa dialirkan ke perangkat lain.

Seperti terlihat di tabel, untuk waktu pengurasan daya kita bisa mengaturnya ingin yang cepat atau lambat. Jika arus output dinaikkan, maka waktu yang dibutuhkan pun lebih sedikit.

3. Kapasitas Power Bank yang bisa dialirkan


Dengan dimonitor oleh Keweisi KWS-V20, pengurasan isi daya power bank menggunakan USB Electronic Load ini akan menghasilkan data kapasitas power bank yang bisa dialirkan ke perangkat lain. dari data di tabel kita bisa mengetahui bahwa jumlah kapasitas power bank yang bisa dialirkan ke perangkat lain yang diperoleh dari pengurasan isi daya melalui port 1 dan 2 berbeda. Ada selisih sekitar 300 mAh.Selisih tersebut terjadi salah satunya karena perbedaan voltase output pada saat proses pengurasan daya.

Namun, saya juga menemukan beberapa catatan saat menggunakan alat ini.

Yang pertama adalah voltase output tidak kita bisa atur. Meski voltase dan arus bisa stabil, potentiometer hanya bisa mengatur naik turunnya arus bukan voltase output power bank. Naik turunnya voltase output power bank sepertinya menyesuaikan naik turunnya arus output power bank.

Jadi, saat kita menginginkan data kapasitas power bank pada voltase tertentu, kita harus tetap melakukan perhitungan.

Selanjutnya, karena voltase output tidak bisa diatur, kita tidak bisa menaikkan voltase output power bank untuk mengaktifkan fitur pengisian cepatnya.

Kemudian, untuk fisik alat, potentiometer putarannya endless. Artinya, tidak ada mentoknya. Kalo kita putar berlawanan arah jarum jam, saat indicator arus di keweisi sudah nol, dan indicator pada USB electronic load padam, itu artinya potentiometer sudah mentok, meskipun kita tetap bisa memutarnya terus.

Namun, saat kita memutar searah jarum jam, potentiometer juga tidak ada mentoknya. Bahkan saat arus sudah melebihi batas 3 A seperti tertera di spesiifikasi, kita masih bisa memutarnya terus. Dan Arus bisa lewat 3 A. Saya juga belum tahu dampaknya. Apakah ada efek overheat atau merusak alat atau perangkat power bank atau tidak.

Jadi saya main aman saja. Pengambilan data saya lakukan pada voltase output di range angka 4,9 V dengan voltase stabil di angka tertentu seperti pada data yang saya sajikan tadi di depan.

Kesimpulan


Lalu kesimpulannya bagaimana?

1. USB Electronic Load ini performanya bagus dan bisa digunakan sebagai alat untuk menguras isi daya power bank. Kipas juga bekerja dengan baik untuk menjaga suhu heatsink.

2. Dari data yang diperoleh, kita bisa mendapatkan informasi tentang kapasitas power bank yang bisa dialirkan ke perangkat lain.

3. Waktu pengambilan data juga jadi lebih singkat daripada saat melakukan pengisian daya baterai HP untuk pengurasan isi daya power bank.

4. Hanya saja, kita tidak bisa menggunakan alat ini saja. Paling tidak, kita harus menggunakan USB Tester untuk bisa memonitor output power bank. Dan jika ingin mendapatkan data tentang kapasitas power bank, minimal kita harus menggunakan USB Tester seperti ini, Keweisi KWS-V20 yang sudah memiliki fitur merekam data kapasitas power bank. Atau lebih baik lagi juka USB Tersternya sudah bisa memonitor daya yang mengalir juga. Karena dengan begitu hasilnya lebih akurat.

Saya rasa cukup ya pembahasan tentang USB Electronic Load ini. Jika ada yang hendak bertanya, menambahkan informasi, memberi koreksi ataupun apresiasi, silahkan tuliskan di kolom komentar. Semoga tulisan ini bermanfaat.


Untuk versi videonya bisa dilihat di video berikut ini.



Sedangkan untuk video review power bank-nya, bisa cek video ini.




Posting Komentar untuk "Review USB Electronic Load, Alat untuk Menguras Isi Daya Power Bank"