Tips Belanja di Toko Online dan Klaim Garansi Barang

Saat ini adalah era-nya transaksi online. Setidaknya ungkapan tersebut tepat bagi saya pribadi. Sejak awal 2016 saya mulai berkenalan dengan belanja online. Saat itu, pertama kalinya membeli barang secara online. Saya membeli smartphone. Mungkin kamu juga mengalami hal yang sama ketika pertama kali melakukan pembelian online. Saya merasa cemas-cemas gimana gitu. Cemas barang tak sesuai ekspektasi. Cemas barang tak sampai. Bahkan ketika tracking barang menginformasikan barang sudah sampai kota tujuan, saya langsung pergi ke kantor ekspedisi cabang di kota saya. Hehe... cemas campur tak sabaran. Setelah saya periksa, barang sesuai, plong, pakai. Tentang layanan garansi, servis dan lain-lain? Besok aja lah, kalo kenapa-napa baru dipikir.

Tips Belanja di Toko Online dan Klaim Garansi Barang
Belanja Online

Dan sampai 2018 ini, saya membeli barang elektronik dan konveksi hampir semuanya online. Beberapa kali membeli smartphone dan handphone. Dari aksesoris kecil seperti kipas mini OTG, Bluetooth Music Receiver, sampai gimbal X-Cam Sight 2. Ada juga yang belinya di negeri tirai bambu, padahal Cuma lempengan besi Adapter Action Cam. Hehe... Pernah dapat barang tidak sesuai ekspektasi? Atau barang rusak? Dari banyak pembelian online, satu dua kali pernah dapat barang yang rusak karena packingnya nggak bener. Tapi karena barang tersebut tak bergaransi dan mungkin biaya untuk protes lebih besar dari harganya, ya sudahlah. Cukup satu tindakan, tak mengulangi belanja di toko tersebut, dan tidak merekomendasikan toko tersebut ke teman.

Saya juga pernah mendapatkan barang yang ternyata rusak. Dan itu kali pertama saya klaim garansi. Waktu itu saya membeli beberapa handphone unik(?). salah satu barangnya rusak. Kebetulan toko tersebut menyertakan kontak Whatsapp di info toko-nya. Jadi saya langsung berkomunikasi dengan penjualnya via Whatsapp. Singkat cerita penjual kooperatif dan solutif. Barang saya kirim balik. Waktu itu tidak diganti baru, tapi diservis. Beres. Barang dikirim balik. Biaya kirim 50-50. 

Lalu yang kedua baru kemarin ini. Saya berburu cashback di harbolnas. Dapat dua kali, action camera B-PRO5 Alpha Edition Mark II dan HDD Eksternal Seagate Expansion 1TB. Nah, HDD Eksternalnya setelah dicoba ternyata tidak terdeteksi dan terindikasi rusak :D . Karena di deskripsi barang barang ini bergaransi 2 tahun, melalui teman saya, HDD ini diklaim kan garansi di service centernya di Jogja. Ternyata tidak bisa. Lalu saya inboks penjualnya. Ternyata kaim garansinya harus ke toko tersebut. Dan dikirimlah barang tersebut ke alamat toko yang diinformasikan penjual via inboks. Beberapa hari kemudian ada konfirmasi klaim garansi berhasil. HDD dikirimkan ke alamat saya via ekspedisi. Tapi saya tidak tahu ini barang yang sama atau barang baru. Yang jelas box masih tersegel. Dan setelah sampai, saya coba. Work. Nah untuk yang sekarang ini, biaya kirim ditanggung saya semua :D .

Tips Membeli Barang di Toko Online


Dari sekian kali membeli barang di toko online, ada beberapa hal yang kemudian menjadi semacam acuan bagi saya. Dan mungkin ini bisa menjadi tips bagi temana-teman yang ingin membeli barang di toko online. (Ini untuk yang ingin membeli barang di toko online yang menggunakan rekening bersama seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada, dll.)

  1. Pertama, cari informasi promo. Biasanya ada pada halaman pertama (home) di setiap toko online. Lumayan kan kalo dapat gratis ongkir atau dapat cashback.
  2. Jika sudah memutuskan toko online-nya, gunakan fitur sortir/urutkan dalam proses pencarian barang yang ingin dibeli (penjualan/terlaris dll.).
  3. Kamu juga bisa memanfaatkan fitur filter, untuk menentukan kisaran harga barang, kondisi barang (baru/bekas), dan reputasi penjual/pelapak.
  4. Setelah menemukan barang yang cocok, periksa spesifikasinya. Pastikan sesuai dengan barang yang kamu inginkan. Kalo perlu, bisa tanya langsung ke penjual/pelapak-nya via kolom diskusi, komentar, atau pun fitur chat.
  5. PENTING, pada deskripsi biasanya dicantumkan barang tersebut bergaransi atau tidak, boleh di kembalikan tau tidak, dan kondisi/persetujuan lainnya. Tolong DICERMATI. Supaya jika ada masalah berkaitan dengan barang yang dibeli, kita bisa menyelesaikan dengan baik. 
  6. Nah, respon penjual/pelapak pun bisa menjadi pertimbangan. Responnya cepat atau lambat. Jelas atau berbelit-belit.
  7. Jika barang oke dan penjual/pelapak oke, untuk crosscheck, lihatlah ulasan para pembeli sebelumnya. Bagus atau jelek.
  8. Kalo sudah memutuskan membeli suatu barang, jangan lupa pilih atau tuliskan spesifikasi warna/ukuran sebelum mengkonfirmasi pembelian. Kadang ada juga sih, penjual/pelapak yang mengkonfirmasi ulang kepada pembeli via chat/telpon. Tapi ya Cuma beberapa.
  9. Tentang metode pembayaran, pilih mana yang mudah untukmu. Bisa transfer, lewat “Mart” family, atau yang punya internet banking malah lebih mudah (mudah habis duitnya, hahaha...)
  10. Untuk ekspedisi pengiriman, sesuai tips nomor 1, pilih yang promo (kalo ada).
  11. Tulislah alamat dengan jelas. Kalo perlu, tulis nama panggilanmu di belakang nama lengkapmu. Beberapa kali mas kurir curhat tentang kesulitannya mencari alamat penerima barang karena nama orangnya asing di telinga tetangganya sendiri. :V
  12. Bayar, tinggal nunggu nomor resi. Disambi ngopi, nunggu om kurir ngetok pintu rumah. Jangan keseringan nanya ke penjual. Barang bisa dipantau lewat fitur tracking di website-nya tiap ekspedisi.
Nah, singkat cerita barang sudah sampe nih. Jangan lupa bilang terima kasih kepada om atau mas kurir ya... Kalo barang sesuai ekspektasi dan kamu puas, baik tentang barang atau servis penjual/pelapak, berikan ulasan di kolom ulasan/komentar. Itu akan membantu pembeli lainnya, selain itu juga menjadi reputasi baik bagi penjual/pelapak.

Komplain dan Klaim Garansi

Lalu kalo barang yang kamu terima ternyata rusak atau tidak sesuai ekspektasi bagaimana? Mengacu tips nomor 5, pertama-tama tangani menurut ketentuan-ketentuan/persetujuan yang dicantumkan penjual pada deskripsi barang. Jangan langsung ke pusat resolusi/komplain ke layanan komplain toko online tersebut, atau langsung ngamuk di kolom ulasan barang. Apalagi jika barang tersebut harganya “lumayan”. 

Terus harus bagaimana? Begini...

  • Jika barang tersebut tidak bergaransi, biasanya sudah ada ketentuan-ketentuan pada deskripsi. Seperti MEMBELI = SETUJU, dll. Kalo sudah seperti itu, ya sudah. Hehe... Sekali-kali menulis ulasan jelek tak apa-apa. Hitung-hitung membantu calon pembeli lain supaya tidak mengalami nasib yang sama denganmu.
  • Jika barang tersebut bergaransi, tanyakan prosedurnya meski di deskripsi mungkin juga telah dijelaskan. Hubungi penjual/pelapak via inboks/chat/whatsapp.. Katakan mengenai keluhanmu baik-baik. Biasanya penjual/pelapak cenderung akan menanggapi lebih baik jika kita menggunakan cara ini.
  • Dengan begitu penjual/pelapak akan menginformasikan prosedur klaim garansi.
  • Jangan lupa konfirmasi mengenai biaya pengiriman. Apakah ditanggung penjual/pelapak atau ditanggung pembeli atau 50:50.
  • Jika semua sudah jelas, tinggal diikuti prosedurnya. Saya dua kali mengklaim garansi barang hasil pembelian online dan berlangsung sesuai harapan.
Nah demikian saja coret-coret saya mengenai belanja barang di toko online dan klaim garansinya. Apabila ada masukan, tanggapan, pertanyaan, silahkan tuliskan di kolom komentar. Semoga bermanfaat. Terima kasih telah berkunjung.
Tips Belanja di Toko Online dan Klaim Garansi Barang Tips Belanja di Toko Online dan Klaim Garansi Barang Reviewed by Imajiner Amatir on Februari 06, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.